Sabtu, 28 September 2013

Ketika Peran itu Beralih

                    (sumber gambar: rinawahyupertiwi.blogspot.com)

Hidup penuh dengan berbagai rahasia dan kejutan. Ketika sang suami terpaksa menyerahkan tanggung jawab, baik banyak atau sedikit, kepada istrinya. Entah itu karena PHK, bisnis yang gagal, godaan wanita lain atau bahkan pergi mendahului istri menghadap Sang Khalik.

Jika hal di atas terjadi, maka kesiapan istri sangat diperlukan. Roda kehidupan keluarga musti tetap berjalan. Anak-anak harus tetap bersekolah menggapai cita-cita, walau sang ayah tak lagi dapat berperan.

Jangan tunggu sampai ada kata terlambat terucap. Jika bunda masih punya waktu ber fb ria, twitter, BBM an atau bahkan masih sempat tidur siang dengan nyaman, sebaiknya segera manfaatkan waktu yang ada untuk hal-hal yang lebih produktif. Banyak waktu dan kesempatan yang dapat dikonversikan menjadi pundi-pundi penghasilan sampingan.

Kita kini semakin sering menyaksikan wanita-wanita perkasa bergelut dengan pekerjaan berat layaknya seorang laki-laki, bukan atas nama emansipasi, melainkan demi tanggung jawab dan demi sang buah hati.

2 komentar:

  1. bgitulah mas, terpaksa deh aku ya mulanya santai2 aja lalu entah sejak kapan itu tepatnya...mulai mikir mandiri, bebas finansial...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suprise! Langkah ibu Tina perlu jadi contoh ibu-ibu yang lain. Tetap semangat nggih Bu dan terimakasih sudah mampir. Hehehehe....

      Hapus